Andante Part 2 (END): The Crave for Eternity







 oleh: @CechydaBlues (Ida R. Yulia)
 Penerbit : Grasindo
Harga : Rp. 40.000,-
Stok : 1
terjual kepada Bunga


Pesan via tokobukustroberi@yahoo.com dengan menyebutkan nama, alamat lengkap dan nomor hp/telpon (mohon ditulis jelas dan jangan ada kesalahan ketik karena bila paket tidak sampai/hilang/nyasar karena kesalahan dalam memberikan alamat maka TB Stroberi tidak akan mengganti kerugian).

Lanjutan dari Andante

Tapi, bisakah kau bayangkan kau berubah, semakin buruk, sekaligus harus menjauh dari siapa pun, di luar kehendakmu?

***

Mengambil jiwa manusia, apa itu? Ia kira itu hanyalah sebuah ungkapan sebelum akhirnya ia mengalaminya sendiri. Ketika sayapnya berubah hitam padahal ia tak menginginkannya, ia sudah memutuskan untuk mengakhiri hidup, tapi gagal. Tak semudah itu ia bisa mengambil nyawa sendiri. Makhluk seperti dirinya memang ditakdirkan menjalani hidup kekal yang memuakkan.

Ia kalut. Ia bukan monster. Tapi hasrat itu tak mampu ia bendung. Dan, akhirnya ia tahu, ungkapan 'mengambil jiwa manusia'  berarti 'memakan jantung manusia berikut darah yang melumurinya'. Ia mulai merasa tak yakin dengan kewarasannya sendiri.

Ia sudah membuat dua orang hyung-nya tumbang, berkorban nyawa demi dirinya. Rasanya sakit dan sesak, tapi ia terus bertahan, mengepakkan sayap hitamnya membelah kabut, mencari perlindungan dari sana.

Sebenarnya saat itu, ia merasa beberapa hal di dalam dirinya berubah. Semuanya. Dari fisik, kekuatan, hingga kemampuannya dalam merasa. Ia tak lagi sehalus dulu, senaif ketika ia tinggal di lake house White Ave. Sebagian rasanya mulai mati. Perlahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rate My Love

Love Trip

Tarzan Kota